BEASISWA S2 TA. 2015-2016

Unknown | Selasa, 26 Mei 2015,07.55 |


Nomor: 2212/C5.3/KP/2015 18 Mei 2015
Lampiran : -
Perihal : Program Pemberian Bantuan Beasiswa S2 bagi Guru SMP T.A 2015
Kepada Yth.:
1. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi;
2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Seluruh Indonesia
Di
Tempat
Dengan hormat disampaikan, bahwa dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualifikasi guru SMP, pada tahun 2015 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Dit. P2TK Dikdas), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), berencana memberikan bantuan beasiswa pendidikan S2 bagi guru SMP. Program studi yang dibuka, adalah:
1. Program Studi Pendidikan Matematika
2. Program Studi Pendidikan IPS;
3. Program Studi Pendidikan IPA;
4. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia; dan
5. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Adapun persyaratan pendaftaran untuk mengikuti seleksi adalah mengajukan surat permohonan mengikuti seleksi masuk program pemberian dana langsung peningkatan kualifikasi S-2 dengan melampirkan:
1. Bagi Guru SMP berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS);
2. Bagi guru swasta, berstatus sebagai guru tetap yayasan (GTY);
3. Bagi Guru Honorer di SMP negeri harus memiliki SK Kepala Dinas Pendidikan sebagai guru honor.
4. Berusia maksimum 37 tahun per 1 September 2015 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda
Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
5. Khusus untuk daerah terpencil, tertinggal, dan terluar berusia maksimum 42 tahun per 1 September 2015 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, serta SK pejabat berwenang tentang penetapan daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.
6. Lulusan jenjang sarjana (S-1) dari program studi yang sekarang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT) dengan IPK minimal 2,75 (dalam skala nilai 0-4) yang dibuktikan dengan fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
7. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 (dua) tahun mengajar yang dibuktikan dengan fotokopi SK pengangkatan pertama (ditambah dengan SK Daerah khusus untuk Guru yang bertugas di daerah khusus) yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
8. Memperoleh izin dari pejabat yang berwenang untuk mengikuti program peningkatan kualifikasi jenjang strata dua (S-2), dibuktikan dengan Surat Tugas Belajar dari pejabat berwenang.
9. Memiliki prestasi akademik yang terkait dengan tugas keguruan/kependidikan (akan lebih diutamakan), dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan yang relevan.
Adapun berkas usulan pendaftaran paling lambat diterima di Subdit PTK SMP diterima tanggal 23 Juni 2015, ke alamat:
Subdit PTK SMP
Dit. P2TK Dikdas – Ditjen Dikdas - Kemdikbud
Gedung C Lantai 18
Jln. Jend. Sudirman Senayan Jakarta
Telp. 021 57851860
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mohon bantuan Saudara, agar dapat mensosialisasikan, memfasilitasi dan mengajukan calon mahasiswa di wilayah binaan Saudara. Informasi, selengkapnya terlampir disampaikan Pedoman Program Beasiswa S2 bagi Guru SMP dimaksud.
Bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi administrasi, akan diundang untuk mengikuti ujian tertulis, seluruh biaya transportasi dan akomodasi untuk mengikuti kegiatan seleksi ujian tertulis calon penerima beasiswa dibebankan pada Direktorat Pembinaan PTK Dikdas tahun anggaran 2015 sesuai dengan aturan yang berlaku.
Untuk kepentingan konfirmasi kegiatan ini secara teknis lebih lanjut, Bapak/Ibu dapat menghubungi : Herlina Kamase, S.H (HP 08128521025) atau Kresno Manalu, S.H (081281725125).
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan Dasar,
ttd
Sumarna Surapranata, Ph.D
NIP. 195908011985031002
SEMOGA BERMANFAAT

MATERI PENULISAN SURAT

Unknown | Selasa, 05 Mei 2015,08.25 |

 PENGERTIAN SURAT
 Surat adalah alat komunikasi yang dibuat secara tertulis untuk menyampaikanberita/informasi dari seseorang/lembaga/instansi kepada seseorang/lembaga/instansi denganmengikuti aturan dan bentuk tertentu.Untuk dapat membuat surat yang baik, Anda harus memenuhi
Criteria di bawah ini,yaitu:
1.      Bahasa yang digunakan sesuai dengan etika, estetika, dan logika
2.      Menarik, padat, dan jelas.
3.      Bahasa yang digunakan dapat mewakili isi dan tujuan surat

Selain memiliki kriteria, surat juga memiliki fungsi, yaitu:
1.      Duta penulis/organisasi, untuk berhadapan dengan teman bicara sehingga isi suratmenggambarkan citra penulis.
2.      Dokumen tertulis, yaitu untuk bukti nyata hitam di atas putih.
3.      Pedoman kerja, untuk membuat keputusan/kebijakan berikutnya.
4.      Alat pengingat, yaitu dapat diarsipkan dan dilihat jika diperlukan.
5.      Bukti historis/sejarah, yaitu menggambarkan perkembangan sebuah instansi/lembaga.

Format Menulis Surat
Bentuk penulisan surat atau format surat yang lazim dipergunakan ada 5 bentuk, yaitu :
1.      Bentuk lurus penuh (full block style)
2.      Bentuk lurus (black style)
3.      Bentuk setengah luru (semi block style)
4.      Bentuk lekuk (indented style)
5.      Bentuk paragraf menggantung (hanging paragraph)


JENIS-JENIS SURAT
A.    Menurut kepentingan dan pengirimnya, surat dapat dikelompokkansebagai berikut :
1.      Surat Pribadi. Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi
Ciri-ciri surat pribadi seperti berikut.(1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat,        (2) Tidak menggunakan nomor surat, (3) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi,   (4) Penggunaan bahasa bebas, sesuai dengan keinginan si penulis surat.Yang termasuk surat pribadi adalah :
a.       Surat keluarga
b.      Surat lamaran pekerjaan.
Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikantahap-tahapnya yaitu : Sumber informasi, Pedoman penulisan, Lampiran yang diminta, Proses pengajuan surat lamaran.Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai.Isi surat lamaran terdiri dari: Tempat dan tanggal surat, Alamat surat, Perihald. Salam pembukae. Kalimat pembukaf. Data pribadig. Data lampiranh. Kalimat penutupi. Kata penutup j. Tanda tangan dan nama jelask. Materai jika diminta. Biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan :Daftar Riwayat Hidup, Foto Copy Ijasah 3. Foto Copy KTP dan 4. Pas foto

c.       Surat perijinan

2.      Surat Resmi Adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang ataulembaga/instansi lainnya.Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian, yaitu:
a.       Surat dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan adminiustrasi pemerintahan.
b.      Surta niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha..
c.       Surta sosial, yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yangbersifat nirlaba ( nonprofit).Bagian-bagian surat resmi:1. Kepala/kop surat, terdiri dari- Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar- Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil- Logo instansi/lembaga, 2. Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan, 3. Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat, 4. Hal, berupa garis besar isi surat5. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat), 6. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada), 7. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma),     8. Isi surat(-Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslahmenyesuaikan). 9. Penutup surat 10. Penutup surat, berisi- salam penutup- jabatan- tanda tangan- nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP), 11. tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatukegiatan.
3.      Memo aalah Alat komunikasi bertulis di dalam jabatan sendiri untuk berhubung secara rasmi. 2. Menurut isinya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Surat pemberitahuanb. Surat keputusan. c. Surat perintah.d. Surat permintaane. Surat panggilanf. Surat peringatang. Suirat perjanjianh. Surat laporani. Surat pengantar, j. Surat penawarank. Surat Pemesanan. Surat undangan dan. Surat lamaran pekerjaan.  3. Menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikkut : a. surat biasa, artinya, isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yangn dituju. b. surat konfidensial ( terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangantertentu yang terkait saja. c. surat rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. 4. Berdaraskan banyaknya sasaran, surat dapat dikelompokkan menjadi surta biasa, suratedaran, dan surat pengumuman. 5. Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya, surat terbagi atas surat biasa, surat kilat,dan surat kilat khusus. 6. Berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkatpos, telegram,teleks atau faksimile, serta memo dan nota.      7. Berdasarkan ruang lingkupo sasarannya, surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern.


Unknown | Senin, 23 Maret 2015,12.42 |
 BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan alat komunikas yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi, pada hakikatnya setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, bersosialisasi dengan manusia yang lain adalah sebuah keharusan dan sudah menjadi fitrah bagi setiap manusia. Hadirnya fenomena ini maka akan muncul sebuah pertanyaan, bagaimana seorang manusia hidup bersosialisasi dengan manusia yang lain? Jawabnya adalah dengan melakukan tindak ujar. Ketika seseorang melakukan tindak ujar yang baik dan benar, yakni tindak ujar yang tidak melukai lawan bicara. Maka dari itu, dalam melakukan tindak ujar dengan lawan bicara, penting sekali untuk memahami dan mempelajari bagaimana tindak ujar yang santun untuk melakukan komunikasi dalam rangka bersosialisasi, semua ini akan dibahas dalam ilmu pragmatik tentang kesantunan berbahasa.

PEMBATASAN ILMU SAINS DAN NON SAINS (Filsafat Ilmu)

Unknown | ,06.39 |

Rangkuman 

-       Pembatasan ilmu sains berarti membatasi ilmu sains dari non sains.
-       Pembatasan ilmu sains dan non sains dilihat dari bidang kognitif non ilmiah yang melibatkan hipotesis dan sistem prosedur yang berarti bidang tersebut bisa diusulkan, di uji, dan dievalusi.
-   Menurut paham positivisme klasik. Sebuah pernyataan dianggap (secara semantik) bermakna jika pernyataan itu dapat diuji; jika tidak, maka pernyataan itu tidak masuk akal. Untuk dapat membuktikan sebuah pernyataan sama saja untuk menemukan pernyataan itu benar atau tidak, yang mensyaratkan kalimat itu harus diuji secara empirik. 

Karakterisasi Bidang-Bidang Ilmu
1.    Bidang Epistemik
-       Bunge mendeskripsikan prinsip karakterisasi bidang epistemik ke dalam sepuluh aspek:
-       kelompok atau komunitas C (community)
-       masyarakat S (society)
-       domain (D)
-       latar belakang filosofis G (general outlook)
-       Latar belakang formal F (formal background)
-       Latar belakang spesifik B (specific background)
-       Problematis P (problematics)
-       Modal pengetahuan K (fund of knowledge)
-       Tujuan A (aims)
-       Metode M (metodhics)
Jadi, yang termasuk bidang epistemik menurut Bunge mencakup sepuluh tupel di atas : Ɛ = (C, S, D, G, F, B, P, K, A, M)
2. Bidang epistemik ilmiah
Bidang epistemik S adalah bidang ilmiah (faktual) jika elemen sepuluh tupel memenuhi persyaratan sebagai berikut :
-       komunitas C (community) dalam bidang ilmu merupakan komunitas riset.
-       Masyarakat S yang termasuk ke dalam C mendukung kegiatan manusia C.
-       Domain D dari ilmu sains faktual berhubungan dengan entitas konkret
-       Ilmu sains lainnya
-       Latar belakang formal F dari bidang ilmiah
-       Latar belakang pengetahuan yang spesifik B
-       Problematik P
-       Modal pengetahuan K
-       Tujuan A dari anggota C
-       Metode M
-       Kondisi sistematis
-       Kondisi kemajuan

Ilmu sains secara keseluruhan merupakan gabungan dari kesepuluh tupel yang di cirikan oleh Bunge. 

Bidang Ilmu Lain
Matematik
Matematik maupun logika formal dan semantik sering disebut dengan ilmu sains f         ormal.
Perbedaan Matematik dengan bidang ilmu sains :
-       acuan dari matematik merupakan objek abstrak.
-       matematik tidak memerlukan theori kebenaran koresponden dan karenanya bisa dilakukan dengan teori kebenaran koheren.
-       gagasan testabilitas  Matematik hanya hanya bisa dilakukan secara testabilitas konseptual, bukan secara empirik.
 
Tehnologi
-       Tehnologi diartikan sebagai desain sesuatu atau proses dari tindakan individu atau kelompok manusia dengan bantuan pengetahuan yang diperoleh dari ilmu sains dasar atau terapan.
Macam-macam bidang tehnologi :
-       Biologi
-       psikologi dan tehnologi sosial
-       Kedokteran
-       Psikiatri
-       Pedagogis
-       Hukum
-       perencanaan kota, dan “ilmu sains” manajemen

Perbedaan tehnologi dengan ilmu sains :
-       Komunitas C bukan merupakan hal yang universal
-       Domain D tehnologi mencakup lebih sempit dari ilmu sains
-       tehnologi terdiri bukan dari pengetahuan yang memihak dan bebas.

Humaniora
-       Humaniora mempelajari tingkah laku dari individu atau kelompok manusia.
Macam-macam bidang humaniora :
1.    Sastra dan kritik sastra
2.    Musik
3.    Sejarah
4.    Studi agama
5.    Filsafat

Gambaran umum ilmu sains dan non sains
Bidang-bidang bukan ilmu
Bidang-bidang yang bukan merupakan ilmu disebut juga dengan ‘pseudosains’, pseudosains adalah bentuk dari non-ilmu, bidang-bidang yangbukan ilmu yang pelakunya secara langsung atau tidak langsung berpura-pura melalukan bidang keilmuan

Karakter dari pseudosains


Lima tipe dari pseudosains menurut Kuipers:

1.    Dalam pseudosains, pemikiran korelasi ilmiah digantikan dengan kemiripan pemikiran yang kuno atau primitive.
2.    Hal-hal empiris dalam hal menguatkan atau tidak diabaikan.
3.    Para pelaku secara jelas menggunakan teori alternative .
4.    Teori-teori yang digunakan tidak sederhana dan berisi banyak hipotesis tertentu guna mendukung ide mereka Dan tidak ada kemajuan dalam hal mendoktrin dan aplikasinya.
Sedangkan Grove meberikan empat ciri dari pseudosains:
1.    Kurangnya kerangka teori yang teruji secara independen dalam hal mendukung, menyambungkan, dan menjelaskan ide mereka.
2.    Kurangnya peningkatan.
3.    Biasanya pseudoisains menyusun kerangka yang sedemikian rupa agar bisa bertahan dari bukti-bukti yang menjatuhkan, dalam kata lain tidak bisa dibantah.
4.    Tidak hanya tidak terbantahkan tetapi juga mereka adalah ‘perlawanan total dalam segala kritik’
Menurut Lugg pseudosains, banyak melakukan banyak kekurangan yang kompleks dalam hal teoori, metode, dan teknik. Dalam analisis nya Derksen mengklasifikasikan tujuh kesalahan tingkah laku dari pseudoscientist.
—  Kelangkaan bukti yang layak.
—  Belum ditemukannya pengebalan.
—  Ketidaksengajaan yang luar biasa. Mereka menganggap bahwa premis yang hebat adalah kejadian yang tidak disengaja.
—  Metode magic. Mereka selalu mempunyai metode magic sebagai alat dalam mengeneralisasikan semua data yang mereka butuhkan.
—  Wawasan yang memprakarsai. Hanya orang dengan latihan yang khusus yang dapat melakukan penelitian yang layak. Oleh karena itu, seorang peneliti harus mengatasi praanggapan agar bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan memberi wawasan dalam ilmu yang diberikan.
—  Menjelaskan semua teori. Sebagai contoh, sebuah teori harus bisa menjelaskan apapun yang terjadi.
—  Keinginan yang tidak kritis dan berlebihan. Berlebihan disini menunjukkan besarnya reabilitas atas pengetahuan mereka tanpa didukung oleh bukti.

Pseudosains atau Parasains?
Kuipers tidak menggunakan istilah ini sebagai penggunaan yang normatif tetapi hanya menjadi alternative dalam membedakan bidang non ilmiah dengan keinginan yangn ilmiah dengan pengetahuan yang palsu.

Contoh standar dari teori atau praktek pseudosains adalah
—  Parapsikologi
—  Kreasionisme ilmiah dan design intelegitas
—  Psikoanalisis
—  Astrolgi
—  Cryptozoolog
—  Ufology
—  Dӓniken’s arkeologi
—  Afrocentric
Kebalikannya, parasains dalam arti sempit tidak mengklaim sebagai ilmu, tetapi hanya menggunakan teori tradisional dalam hal tertentu. Contohnya, pengobatan tradisional Cina yang menggunanakan teori ‘biologi’ dari energy kehidupan qi yang mengalir di titik meridian tubuh. Teori Indian chakras yang mengatakan bahwa tubuh manusia berisi ribuan pusat energi (chakras) yang dapat dipengaruhi dengan cara meditasi (tantra). Dan juga reinkarnasi.
Contoh dari bio-medical pseudoteknologi:
1.    Homeopathy
2.    Chiropractic
3.    Iridology
4.    Dan biorhythmology
Kandidat dari psikologikal pseudoteknologi:
1.    Psychoanalytical
2.    Neurolinguistic Program
3.    Kinesiology terapan
Sebaliknya parateknik, contohnya, menghasilkan bidang yang tidak didasarkan dari pseudosains tetapi pada beberapa parasains yang terbaik (dalam arti sempit):
1.    Pengobatan alternative
2.    Magic
3.    Voodoo
4.    Dan menggunakan alat seperti, membaca telapak, Tarot, I Ging
Bagaimana dengan pseudo-parahumanities? Karena tidak adanya konstitusi yang positif dan pengkarakteristikan yang mendalam terhadap pseudo- dan parahumanitites, berikut adalah contoh-contohnya:
1.    Pseudohumanities:
2.    Anthroposophy
3.    Theology
4.    Irrationalist philosophy
5.    Budaya postmodern
Hanya sedikit penulis yang berani mempertanyakan apakah theology pseudosains, atau pseudophilosophy. Theology berbeda, karena lingkup dari para theologist adalah ilmu social dan humaniora. Dalam bekerja contohnya dalam bidang:
1.    Analisis text
2.    Perbedaan agama
3.    Sosiologi agama

Karakteristik Bidang-Bidang Parasains
1.    Komunitas C. Menghadapi parasains, kita harus menyelidiki apakah adakah kelanjutan dari komunitas penelitian yang sebenarnya atau hanya orang-orang yang sesat.
2.    Masyarakat. Masyarakat sekitar paling tidak harus mentoleransi kegiatan seperti yang diatas.
3.    Domain. Domain dari parasians mengandung keragu-raguan, seperti energy misterius atau getaran, yang susah dideteksi
Latar belakang filosofi
-          Ontology
-          Metodology
-          Semantic
-          Axsiological  dan asumsi moral
-          Nilai sikap
-          Latar belakang formal
-          Latar belakang pengetahuan yang spesifik
-          Problema
-          Modal pengetahuan
-          Tujuan
-          Metode
-          Sistematik
-          Kemajuan

Kesimpulan
Dari uraian diatas bahwa ada dua pembatasan yaitu ilmu dan bukan ilmu dan pengetahuan yang dapat dipercaya dan pengetahuan yang ilusi. Penyelidikan dan standarisasi bukti dan alasan yang layak juga ada diluar bidang ilmu. Contohnya, tidak hanya filosofer yang berargumentasi tentang kasusnya tetapi juga seorang seorang polisi yang sedang menangani kasus harus tau bukti mana yang benar dan salah. Karena dalam mendapatkan ilmu pengetahuan sudah jelas berdasarkan langkah-langkah epistimologi, sehingga pembatasan antara ilmu pengetahuan dan ilusi adalah hal yang lebih penting dibandingkan pembatasan ilmu dan bukan ilmu. Kenyataannya banyak orang yang sulit dalm memahami konsep, teori dan metode ilmiah yang menyebabkan hal yang tidak masuk akal dan umum menjadi lebih diterima. Jika pemikiran ilmiah lebih menekankan pada hal yang umum, maka ini adalah tugas dari para filosofi yang memberitahukan kepada kita bagaimana kognitif ilmiah dan pengetahuan berbeda dengan kognitif non ilmiah dan pengetahuan.